Rabu, 07 Agustus 2013

kembang api di 21, what 21? iya 21!


"Ya Allah jadikan umur terbaik hamba dipenghujungnya, jadikan amal terbaik hamba dipenutupnya, dan jadikan hari hari terbaik hamba saat bertemu denganMu"


Itu do’a saya supaya mendapatkan umur barokah di hari lahir yang ke duapuluhsatu. What? 21? Iya, 21 -_-


7 agustus 21 tahun yang lalu dilahirkan seorang anak perempuan pertama bernama Ridha Nuralia Fauziah, dari pasangan suami istri muda Iyus Sunendar dan Siti Rohmah, yaa mereka pasangan muda, menikah saat masih belum selesai kuliah. Anak yang dilahirkan setelah ibunya mengandung dengan susah payah, kenapa susah payah? Karena menurut cerita, ibunya selama 6 bulan tidak bisa makan apapun saat kehamilan anak ini, kecuali satu, yaitu “dewegan” kalo bahasa indonesianya mah kelapa muda. Selain ibunya bersusah payah, ternyata anak ini juga menyusahkan bapaknya. Masih menurut cerita, ibunya ngidam dewegan yang harus dipetik sendiri oleh suaminya dari pohonnya langsung. Berhubung sang suami tidak pandai memanjat pohon kelapa, dan begitulah pada akhirnya, tubuh nya luka-luka kena baretan batang pohon kelapa karena “nyerosot” turun dari pohon.


Ya, itu 21 tahun yang lalu, kini umurnya sudah menginjak angka 21 di hari terakhir ramadhan 1434 H.

sesuatu banget memang milad dihari terakhir ramadhan 1434 H, rasanya sedih ramadhan udah selesai, haaah umur udah mengijak 21 tahun, tapi seberapa amal yang sudah dikumpulkan? seberapa berkah umur yang telah habis digunakan? aaah saya masih merasa kurang. saya sangat membutuhkan ramadhan.

dihari terakhir ramadhan 1434 H, milad kali ini memang menjadi beda. banyak cerita, banyak perjalanan.
kenapa menjadi berbeda? sudah hampir mau setahun saya tidak memasang tanggal lahir di akun medsos yang saya miliki. ini merupakan efek kekecewaan saya di milad yang ke 20 kemaren. di milad yang 20 kemaren, banyak orang-orang terdekat yang saya harapkan mendo'akan saya, tapi mereka sama sekali tidak ingat. tahun kemaren, yang mendo'akan mungkin hanya orang-orang yang kebetulan saja membuka akun medsosnya, bukan karena mereka memang berniat untuk mendo'akan karena benar benar sayang kepada saya. tidak semua, hanya sebagian, tapi tetap saja itu membuat saya kecewa. bahkan kedua orangtua sayapun tidak mengucapkan. kalo bukan orang orang terdekat dengan saya, lalu siapa lagi yang akan mengingat saya? ya, lebih ke merasa menjadi penting atau tidak penting.
tapi justru dari situ lah menjadi titik balik pemikiran saya tentang yang namanya "hari ulang tahun"
seberapa penting hari tersebut sehingga membuat saya kecewa? hmm, cuma sebuah hari dimana kamu hari tersebut pernah dilahirkan kedunia. itu saja. tidak ada kewajiban orang lain untuk mengucapkan "selamat ulang tahun" atau bahkan sampai mengingat kapan kamu dilahirkan. jadi dapat disimpulkan bahwa hari ulangtahun itu tidak ada apa-apa, bukan hari terbaik dalam hidup.
saya berusaha menekan saya sendiri dengan terus menegaskan bahwa hari ulang tahun itu nothing! dan saya percaya, kalo orang yang sayang sama kita itu bukan orang yang berusaha mengingat kapan kita ulang tahun, tapi orang yang dalam do'anya selalu ada nama kita kapanpun :)

Ya, kapanpun! begitupun orangtua, disadari atau tidak, mereka akan pasti selalu mendo'akan untuk kesuksesan anaknya, tak menunggu harus hari ulangtahun, bahkan disetiap do'a mereka pasti mereka mendo'akan anaknya.
sebenarnya saya tau, kalo orangtua saya selalu sadar setiap hari ulangtahun itu, tp memang pada dasarnya mereka memang bukan tipe orangtua yg romantis, engga ngucapin, biasanya tiap ada anggota keluarga yg milad, saya dan keluarga biasanya makan diluar, semacam syukuran ceritanya. tp mungkin pas yg ke 20 kemaren saya lg apes aja, bapa nawarin mau makan diluar apa engga pas mood saya keburu jelek. hahaha dosaaa banget 'si gewe' sama orangtua. maapin ridha Ya Allah, maapin ridha mamaah, maapin ridha bapaa!

selain orangtua, ternyata saya juga punya orang-orang yang sangat sayang sama saya, ada ade, sodara-sodara, sahabat-sahabat, teman-temaaan :')
angka 21 kali ini menjadi lucu gara gara kelakuan ade saya yang ceritanya 'lagi nyebelin'
ade : teh, mamah ngado apa?
*belum sempet dijawab mamah udah nyaut duluan*
mamah : sepatu
aniq : bapa ngado apa?
mamah : rok
aniq : eni ngado apa? *eni itu panggilan buat nenek, ibunya bapa*
saya : ngado'a
mamah : aniq ngado apa buat teteh?
aniq : ih *langsung pura pura tidur*
mamah : tuh, aniq ngado apa buat teteeeh?
aniq : *pindah ke kamar*
hahaha ade saya yang satu ini emang 'lagi nyebelin', mungkin dia begitu karena malu karena tidak memberikan apa apa buat tetehnya. padahal, dengan anak se kecil itu inget aja saya sudah bersyukur, berarti saya sebagai tetehnya cukup penting di pikirannya. teteh sayang banget pokonya mah sama aniq :*
mungkin kalo de lutfhi masih ada, de luthfi juga bakal kaya gitu :') dia dulu sayang banget sama saya, kalo ada sekarang dia udah masuk SMA, aah tapi yasudahlah, tabungan buat mamah :')

ini hadiah dari 2 sahabat kecil sejak esempe, pulih dan sri ^_^


Minggu, 28 Juli 2013

ketika..


kalo lg bingung, ataupun sedang ingin mencari 'rasa tenang', kadang tiba-tiba suka jadi autis sendiri, lebih asyik dengan diri sendiri, ga enak juga sebenernya kaya gitu, ga enak sama orang sekitar, haha
tapi ada untungnya juga, karena suka autis sendiri, autisnya dgn motoin apapun :3
dan inilah beberapa hasil jepretan foto hasil ketika bingung ataupun ingin mencari 'rasa tenang' :)



















foto foto di atas itu dokumentasi pribadi pake kamera hape, masih banyak sebenernya di hape, kebanyakan foto ga jelas kaya gini dibandingkan muke sendiri, hehe
entahlah, hanya ingin mengabadikan sesuatu sajah :3 itu asyik dan menenangkan :)

Sabtu, 27 Juli 2013

laut dan pantai

baru sadar, ternyata aku sangat menyukai menatap laut dan berdiam di pantai :)

tanah lot, bali


kuta, bali


selat bali


bajul mati, malang, jawa timur


baron, gunungkidul, yogyakarta

kukup, gunungkidul, yogyakarta

ngobaran, gunungkidul, yogyakarta


tebing diantara krakal - drini, gunungkidul, yogyakarta

drini, gunungkidul, yogyakarta

klayar, pacitan, jawa timur

pangandaran, ciamis, jawa barat

sindangkerta, tasikmalaya, jawa barat


cipatujah, tasikmalaya, jawa barat


poktunggal, gunungkidul, yogyakarta

sundak, gunungkidul, yogyakarta



dan masih ada banyak pantai yang tidak terdokumentasikan ataupun hasil dokumentasi tidak dapat dipajang karena beberapa alasan ^^
untuk sementara ini pantai yang sudah dikunjungi : pangandaran, karangtawulan, cipatujah, sindangkerta, pamayang, batu karas, batu hiu, ancol, goa cemara, depok, parangtritis, ngobaran, baron, kukup, drini, krakal, sundak, indrayanti, poktunggal, klayar, bajul mati, sendang biru, soka, kuta, tanah lot
pantai mana selanjutnyaaaaaa? yeaaah (^o^)9

Minggu, 09 Juni 2013

petualangan bersama para pemeran antagonis

cerita ini berawal ketika saya mau pulang dari jokja ke tasikmalaya. pada awalnya saya tidak mau memaksakan untuk pulang. tapi, ah, sudah lama sekali saya tidak pulang. terakhir kali saya pulang itu diliburan kemarin dan terakhir bertemu orangtua sekitar 2 bulan yang lalu saat mereka mengunjungi saya karena saya kecelakaan. dengan tekad yang bulat pada akhirnya, Saya harus pulang!
tapi tidak dengan kegiatan saya, banyak hal yang menjadi faktor faktor pendukung yang membuat kepulangan saya mundur, ada rapat lah, ada kumpul ini lah, ada kumpul itu lah, ada tugas lah, ada kuliah pengganti lah, aaah semua itu faktor penghambat saya untuk pulang.
tapi tidak dengan hari itu. hari itu ada kuliah pengganti dan kerjaan yang mesti diselesaikan. sempet galau sih untuk pulang atau tidak, antara waktu mepet dan masih ada kerjaan yang mesti dikerjakan secepatnya. oke, saya tarik nafas, berfikir, membuat rancangan, lalu membuat tekad, Saya harus pulang hari ini juga mboh pie carane! kerinduan saya terhadap keluarga sudah memuncak, dan saya khawatir akan sulit untuk pulang lagi, kegiatan dijogja nanti dikhawatirkan akan menyita waktu, sekarang, mumpung ada waktu dan kesempatan.
hasilnya? saya pulang tetap dengan membawa kerjaan-kerjaan yang harus di selesaikan dan cukup lumayan saya harus membopong tugas-tugas kuliah juga ke kampung halaman tercinta. itu sebagai konsekuensi saya memilih pulang, saya tidak bisa lari dari tanggungjawab. tanggungjwab itu suatu beban yang diberikan yang sangat menyakitkan secara terus menerus jika bebannya tidak dikurangi, maka dari itu kerjakanlah, niscaya beban tersebut akan berkurang sehingga tidak menyakiti dirimu.
pemeran antagonis pertama sudah kita temukan, sebut saja : Kerjaan dan TUGAS!
rancanganpun dibuat hari itu juga, setelah kuliah pengganti yang selsai pukul 2 siang saya harus mengerjakan kerjaan saya nempel nempel lembar aspirasi di kampus sampe jam setengah 3, terus ke kos buat beres-beres bentar lalu jam 4 tepat saya berangkat ke terminal, nyampe terminal jam 5 kurang, ngejar bus budiman yang berangkat ke tasik jam 5.
itu rencananya. kenyatannya pun ga jauh beda. saya tepat mengikuti rancangan pembagian waktu tadi. sayangnya saya terlalu ontime sepertinya, sehingga mengubah sedikit alur. begini ceritanya...
kuliah saya kelar sekitar jam 2  lebih beberapa menit. ke kopma beli peralatan buat bikin lembar aspirasi, kritik, saran buat JMF. setelah itu ke bulaksumur ngerjain dan nempel-nempelin. setengah 4 langsung balik ke kosan. jam 4 kurang lima belas menit baru nyampe kos karena di jalan beli lauk buat makan. tp nyampe kos ga sempet makan, langsung beres beres buat bekal perjalanan. sangat singkat dan cepat. hanya membawa pakaian ganti sebiji (ditasik udah ada soalnya), leptop, notes kecil, binder, dompet, qur'an, coklat, permen, buku, dan tentunya nasi yang masih panas dan lauk yang beli dijalan tadi. jaam 4 lebih 7 menit saya berangkat dari kosan menuju terminal. nyampe diterminal sekitar jam 4 lebih 40 menit (soalnya macet). nitipin motor di tempat penitipan motor menginap. terus lari lari ke ujung terminal menuju tempat tongkrongan bis budiman.
sebelum sampe di tempat tongkrongan budiman, hanya jarak beberapa bis saja, saya berhenti, sedikit ragu bis budiman masih ada atau tidak, karena bis budiman tidak terlihat terhalang oleh beberapa bis. dan kesalahan saya adalah *jeng jeeeeng* engga liat jam. ketika saya berhenti ada seorang laki laki yang udah agak menua (sebut saja kondektur bis) bertanya pada saya "mau kemana mba?" dan saya menjawab dengan polosnya "mau ke tasik pak". kemudian si kondektur tersebut menawarkan bisnya "ini bis juga mau ke tasik ko, ayo naik" dan dengan polos lagi saya menjawab "engga ah pak, saya naik bis budiman aja, biasanya naik bis budiman soalnya". agak kesal sepertinya dengan jawaban saya, dengan tipu muslihatnya si kondektur memanggil temannya yang cukup sabar pembawaannya, dan dengan santai temannya bilang "neng mau ke tasik? ih neng, ini bis mau ke tasik juga, budiman mah biasanya pagi, kalo yang sore mah udah berangkat". jelegeeeer jedaaaar, saya berasa kena halilintar, gimana caranya saya pulang. dengan tanpa melihat jam dan pikiran sempit saya ahirnya memutuskan untuk naik bis tersebut yang bernama bis a*a*in.
saya cukup shock ketika saya baru menaikkan kaki saya di bis tersebut. bis tanpa AC dengan formasi tempat duduk 3 kursi  dan 2 kursi. penuh sesak oleh penumpang. sangat kontras jika dibandingkan dengan kondisi bis budiman yang biasanya saya tumpangi ber AC, formasi tempat duduk 2 kursi 2 kursi, dan seringkali kosong sehingga 2 kursi biasanya untuk saya sendiri.
saya duduk dibagian tengah bus di formasi 3 kursi dan duduk ditengahnya. kursi sebelah pojok dekat kaca sudah di isi oleh seorang ibu ibu yang nampak nyaman nyender ke kaca dengan menghabiskan satu setengah tempat duduk sembari memeluk tas-tasnya. dan dia hanya bertanya "mau kemana?" lalu setelah saya menjawab dia tertidur dengan pulasnya.
tidak lama dari percakapan tersebut, sang supir naik dan mulai memundurkan bisnya. bis pun melaju melewati bis budiman yang sedang nongkrong di tempatnya. rasanya? rasa rasanya semua benda mengembang seperti balon dan siap untuk diledakkan. sangat merasa tertipu. ditambah harga bis sama, dengan fasilitas yang jauh berbeda. belum lama bis melaju, saya membaca tulisan dibagian depan bis, tulisannya yogya-bandung via puwokerto. langsung tepok jidat diri sendiri. nasib saya gimana? naik budiman aja yang langsung ke tasik biasanya 8 jam, apalagi kalo naik bis ini yang mesti keliling muter muter dulu ke purwokerta, bisa sampe 10 jam!
tidak lama kemudian, bis berhenti sebentar di gamping. duduklah seorang laki laki paruh baya, sepertinya lebih tua dari pada bapa saya sendiri. dengan kondisi 3 kursi dan satu setengahnya ditempati "putri tidur" tadi, saya benar benar ngerasa ga nyaman. sempit. punggung ngerasa sakit. karena posisi duduk ga bener dan terhimpit karena duduk di tengah.
oke, sepanjang jalan saya benar benar ingin menangis. air mata hampir saja bercucuran. bukan hanya karena kegerahan ga ada AC, tempat duduk yang sempit dan penuh sesak dengan penumpang lain, atau posisi terhimpit. saya ingin menangis karena saya merasa benar benar takut. pada perjalanan dari jawa timur saat liburan yang lalu, bis yang saya tumpangi ditserempet bis lainnya dan mengakibatkan saya diturunkan dari bis tersebut karena bis tersebut mengalami kerusakan dan pada ahirnya saya dan teman teman menaiki bis yang lain dengan posisi berdiri dengan waktu yang cukup lama. dan kejadian tersebut cukup membuat saya agak trauma naik bis, apalagi mengingat kondisi bis a*a*in yang seperti itu.

Kamis, 16 Mei 2013

ini cobaan apa nikmat?

Keadaan sekarang emang bener bener lagi bikin bingung sendiri. Praktikum, tugas, proker-proker di JMF, persiapan PPSMB Fisipol dan segudang kegiatan lainnya berebut minta perhatian. Fine, berusaha, yaaa begitulah. Kata semangat pun sudah tak mempan lagi, menyemangati diri sendiri itu sudah hal yang wajib dilakukan setiap saat, dan kini kata semangat pun sudah berganti menjadi kata sukses, yaaa setidaknya itu bisa menjadi do'a supaya semua kerjaan jadi sukses.
Ditengah-tengah himpitan kegiatan ini, saya sadar, saya punya amanah di JMF, saya punya proker kerja yang harus saya tuntaskan dan saya sukseskan. Salah satu kegiatan yang harus saya laksanakan ditengah tekanan praktikum (perenggut kebahagiaan anak anak PSdK di semester 4 :p) sebutlah proker gewe itu "Staff Bersuara". Ini merupakan salah satu proker saya dalam menyediakan ruang untuk para staff JMF 1434 H untuk memberikan seluruh unek-unek atau kritik dan sarannya kepada Pengurus Harian JMF 1434 H, ruang ini dilaksanakan supaya "Kelakuan lebih baik", aamiin.
Pada perjalanan penggodogan persiapan "Staff Bersuara", melihat kegiatan JMF yang cukup padat, akhirnya tiba-tiba saya dapet ide, saya gabung-gabungkan dengan proker lain, dengan format yang berbeda tentunya. jadilah "TRIMALAH Staff Bersuara" (Training, Mabit, Rihlah, Staff Bersuara) hasil kerjasama dengan proker DKK dan Kemuslimahan.
setelah di syuro kan secara penuh pertimbangan dan dalam kondisi jadwal padat lancar, ahirnya kami memutuskan berangkat survey ke  magelang dan selo sore hari. karena beberapa sabab musabab akhirnya kami berangkat jam 2 siang. dan inilah perjalanan kami yang cukup membuat saya bingung, ini cobaan apa nikmat?
Tidak semua PH bisa ikut karena kuliah dan kegiatan lainnya, akhirnya berangkat lah saya, susi, hanna, mas adam, faay, afdhal. kami berangkat dari jogja pukul 2 siang. Estimasinya, nyampe sana jam sore, ngurus perizinan bentar, dan langsung cus balik lagi ke jogja. itu rencanaaaanya....
kenyataanya? dijalan kami kehujanan, berhenti pakai jas hujan (dan afdhal hujan-hujanan -_-), lanjut lagi, kena macet karena ada HUTnya Sleman, lanjut lagi, berhenti lagi karena hujan semakin deras, dan ahirnya lanjut lagi. Setelah perjalanan cukup lama karena ada perbaikan jalan dan sering berhenti karena foto-foto, ahirnya kami nyampe wonolelo untuk sholat ashar, lanjut lagi, dan diperjalanan ban afdhal bocor (udah kehujanan dan ban bocor, takdir dhal -_-). Ngejamur lama banget nungguin bannya di tambal (lamaaaaaaaaa, tukang bannya engga handal). Semakin sore, sebut saja mendekati maghrib. salah jalan, kita bablas ke selo. Balik lagi ke pertigaan. menurut petunjuk warga, dari pertigaan naik ke atas, baiklah, kami benar benar lurus ke atas, speachless liat jalanan, itu sore, matahari tenggelam, mulai gelap, disana sini jurang, jalanan nanjak, sampai pada akhirnya ada kejadian penggelundungan masal alias jatuh.
Ada Allah, ada mas-mas lewat dan ternyata rumahnya di dusun yang kita tuju, Dusun Malang. Oke, dan hari semakin gelap. jalanan semakin menantang karena gelap, nanjaknya pun ga beda jauh. dan sampailah kami dirumah bapak kadus malang. ceritanya kita kemalaman dan memutuskan untuk menginap.
kondisi alam? jangan ditanyaaa, datang dan rasakan nikmatnya! merapi tetap gagah di kegelapan malam di lihat dari dusun ini. Usut punya usut, dusun ini dusun teratas yang nempel di dinding merbabu. Katanya, jalur pendakian menuju puncak merbabu dari dusun ini paling cepat 7 jam coooy, paling lama seharian lah. Dekat banget kan ama ntu puncak? tentunya. Dingin? woh, masalah ini jangan ditanyakan lagi, yaaa rasanya sih ga beda jauh pas kaya di bromo. Tapi jika visit to dusun malang, tak perlu khawatir masalah dingin. setiap rumah selalu menyediakan teh panas dan makanan, dingin? terobati.
ceritanya malam itu kita kemalaman dan memutuskan untuk menginap, kami ke mesjid dan berkeliling ke beberapa rumah. and you knoooow? selain disuguhi teh panas dan makanan toplesan, kami pun disuguhi makan nasi. disetiap rumah yang kami kunjungi kami makan, dan menu wajibnya adalah nasi dan mie, entah itu ditambah kerupuk dan lauk pauk lainnya. itu sudah tradisiiiii >.<
Menurut saya, rumah mereka tidak sesuai dengan standar kelayakan kesehatan. kalo pake teori kemiskinan absolut, yaa mereka jelas bisa disebut miskin, tiap rumah jarang yang punya kamar mandi, ubin pun kotor, ga ada kamar khusus, tempat tidur tempat berkumpul dan tungku menjadi satu, dindingpun tidak bersih. jelas tidak memenuhi standar kelayakan. eits, tapi kalo pake teori kemiskinan subyektif, mereka ga ada miskin-miskinnya coy! mau makan, makanan semua tersedia di ladang, kehidupan mereka pun aman tentram dan bahagia. kultur mereka kuat banget. mereka tidak merasa bermasalah dengan kehidupan mereka.
Oke, lanjut, malam semakin larut dan bapak kadus belum pulang dari pasar prambanan, yang akhwat tidur di rumah pranti dan ikhwan dirumah bapak kadus. subhanallah, pengen nangis, di dinding kamarnya pranti dicoret-coret ayat ayat Al-Qur'an dan beberapa do'anya. malu? jelas laaaaah, saya tidak se optimis dia sepertinya, aaaah saya harus lebiih optimis :')
pagi telah tiba! pagi telah tiba! hore! hore! hatiku gembiraaaa! setelah sholat subuh dan ngaji bersama anak-anak kampung, kami ke rumah pranti. ngapain lagi kalo bukan makan. dan kami so katro gitu pas di ajak pranti naik ke atap rumahnya. wuoooo, merapi berasa digengaman, puncak merbabu di depan mata, sumbing bisa dipegang dan yang jelas pemandangan kota kota yang berada di bawah kaki kaki gunung ini sangat memikat mata di pagi hari.
di rumah pranti makan, dan ternyata kami ke rumah pak kadus dan MAKAN lagi!
izin ke pak kadus, bahas ini itu, dan ternyata, saat kami mengadakan kegiatan "TRIMALAH staff bersuara" ini dusun ini sedang merayakan adat Rejepan (perayaan Isra Mi'raj gitu), kata pak kadus, semua warga dari dusun-dusun yang dibawah naik ke dusun malang ini. saling silaturrahim kaya lebaran gitu, dan potong sapiiiiii :D yeay saya senaaaang \^_^/
orang kota ceritanya, kita katro gitu, keliling keliling naik ke atas, otw hutan pinus mencari ayam malas (ayam hutan). muncul kebetean, 2 kali nyasar ke dua sisi hutan pinus menjadi variabel X1. faay dan afdhal yang so so duluan dan ngilang menjadi variabel X2. tiba tiba sadar akan jadwal dijogja jadi berantakan menjadi variabel X3. belum bikin 2 paper menjadi variabel X4. keingat entar malemnya kelompokan praktikum dan ngewawancara PPSMB jadi variabel X5.semua variabel X mempengaruhi kondisi tiba tiba mendapatkan kesakitan dan pusing yang tiba tiba menjadi variabel antara terhadap tingkat badmood. -______________-
hasilnya? males ngomong, diam, dan autis sendiri ditengah tengah pemandangan yang sumpah itu keren banget. hahaha aku sendiri bingung, ini cobaan apa nikmat? cobaan karena sebenarnya banyak hal yang tertinggal dan kejadian diluar ekspektasi, dan nikmat merasakan kekayaan kultur dan kekayaan alamnya. tapi ya sudahlah, ini semua bagian dari proses, dinikmati :D
turun, lalu makan lagi dirumah pa kadus, dengan menu yang sama. dan pulang. dadaaaah malang! tunggu saya kembali minggu depan untuk semakin dekat dengan kulturmu dan alammu :D
dijalan ada kejadian sibude hampir nabrak motor, tepatnya sudah menyentuh laaah. untung bude tidak apa-apa. hanya supir pribadi saya, susi, jadi kapok bawa bude dengan kecepatan diluar batas -_-
nyampe jogja, ngebaso di bakso yang diwacanakan pedasnya bisa ngebom kaya granat, pulang ke kekontrakan untuk bersih bersih, sejam kemudian kuliah, balik ke kontrakan istirahat bentar, lanjut rapat PPSMB dan praktikumaaaaaaan..
Bismillah, Sukses! ada Allah

perjalanan nih

nunggu tambal ban

saat nyasar

 merbabu dipagi hari

sumbing mengintip

ladang warga

hutan pinus, ada ayam malas dan burung elang

cantikkan?

kegagahan merapi

ada dua gunung lain yang mengintip dibalik ladang warga

ceritnya eksis

tulisan pranti

menu makan biasanyaa

ahahaha foto yang keren

wooooo keren :D