Kamis, 16 Mei 2013

ini cobaan apa nikmat?

Keadaan sekarang emang bener bener lagi bikin bingung sendiri. Praktikum, tugas, proker-proker di JMF, persiapan PPSMB Fisipol dan segudang kegiatan lainnya berebut minta perhatian. Fine, berusaha, yaaa begitulah. Kata semangat pun sudah tak mempan lagi, menyemangati diri sendiri itu sudah hal yang wajib dilakukan setiap saat, dan kini kata semangat pun sudah berganti menjadi kata sukses, yaaa setidaknya itu bisa menjadi do'a supaya semua kerjaan jadi sukses.
Ditengah-tengah himpitan kegiatan ini, saya sadar, saya punya amanah di JMF, saya punya proker kerja yang harus saya tuntaskan dan saya sukseskan. Salah satu kegiatan yang harus saya laksanakan ditengah tekanan praktikum (perenggut kebahagiaan anak anak PSdK di semester 4 :p) sebutlah proker gewe itu "Staff Bersuara". Ini merupakan salah satu proker saya dalam menyediakan ruang untuk para staff JMF 1434 H untuk memberikan seluruh unek-unek atau kritik dan sarannya kepada Pengurus Harian JMF 1434 H, ruang ini dilaksanakan supaya "Kelakuan lebih baik", aamiin.
Pada perjalanan penggodogan persiapan "Staff Bersuara", melihat kegiatan JMF yang cukup padat, akhirnya tiba-tiba saya dapet ide, saya gabung-gabungkan dengan proker lain, dengan format yang berbeda tentunya. jadilah "TRIMALAH Staff Bersuara" (Training, Mabit, Rihlah, Staff Bersuara) hasil kerjasama dengan proker DKK dan Kemuslimahan.
setelah di syuro kan secara penuh pertimbangan dan dalam kondisi jadwal padat lancar, ahirnya kami memutuskan berangkat survey ke  magelang dan selo sore hari. karena beberapa sabab musabab akhirnya kami berangkat jam 2 siang. dan inilah perjalanan kami yang cukup membuat saya bingung, ini cobaan apa nikmat?
Tidak semua PH bisa ikut karena kuliah dan kegiatan lainnya, akhirnya berangkat lah saya, susi, hanna, mas adam, faay, afdhal. kami berangkat dari jogja pukul 2 siang. Estimasinya, nyampe sana jam sore, ngurus perizinan bentar, dan langsung cus balik lagi ke jogja. itu rencanaaaanya....
kenyataanya? dijalan kami kehujanan, berhenti pakai jas hujan (dan afdhal hujan-hujanan -_-), lanjut lagi, kena macet karena ada HUTnya Sleman, lanjut lagi, berhenti lagi karena hujan semakin deras, dan ahirnya lanjut lagi. Setelah perjalanan cukup lama karena ada perbaikan jalan dan sering berhenti karena foto-foto, ahirnya kami nyampe wonolelo untuk sholat ashar, lanjut lagi, dan diperjalanan ban afdhal bocor (udah kehujanan dan ban bocor, takdir dhal -_-). Ngejamur lama banget nungguin bannya di tambal (lamaaaaaaaaa, tukang bannya engga handal). Semakin sore, sebut saja mendekati maghrib. salah jalan, kita bablas ke selo. Balik lagi ke pertigaan. menurut petunjuk warga, dari pertigaan naik ke atas, baiklah, kami benar benar lurus ke atas, speachless liat jalanan, itu sore, matahari tenggelam, mulai gelap, disana sini jurang, jalanan nanjak, sampai pada akhirnya ada kejadian penggelundungan masal alias jatuh.
Ada Allah, ada mas-mas lewat dan ternyata rumahnya di dusun yang kita tuju, Dusun Malang. Oke, dan hari semakin gelap. jalanan semakin menantang karena gelap, nanjaknya pun ga beda jauh. dan sampailah kami dirumah bapak kadus malang. ceritanya kita kemalaman dan memutuskan untuk menginap.
kondisi alam? jangan ditanyaaa, datang dan rasakan nikmatnya! merapi tetap gagah di kegelapan malam di lihat dari dusun ini. Usut punya usut, dusun ini dusun teratas yang nempel di dinding merbabu. Katanya, jalur pendakian menuju puncak merbabu dari dusun ini paling cepat 7 jam coooy, paling lama seharian lah. Dekat banget kan ama ntu puncak? tentunya. Dingin? woh, masalah ini jangan ditanyakan lagi, yaaa rasanya sih ga beda jauh pas kaya di bromo. Tapi jika visit to dusun malang, tak perlu khawatir masalah dingin. setiap rumah selalu menyediakan teh panas dan makanan, dingin? terobati.
ceritanya malam itu kita kemalaman dan memutuskan untuk menginap, kami ke mesjid dan berkeliling ke beberapa rumah. and you knoooow? selain disuguhi teh panas dan makanan toplesan, kami pun disuguhi makan nasi. disetiap rumah yang kami kunjungi kami makan, dan menu wajibnya adalah nasi dan mie, entah itu ditambah kerupuk dan lauk pauk lainnya. itu sudah tradisiiiii >.<
Menurut saya, rumah mereka tidak sesuai dengan standar kelayakan kesehatan. kalo pake teori kemiskinan absolut, yaa mereka jelas bisa disebut miskin, tiap rumah jarang yang punya kamar mandi, ubin pun kotor, ga ada kamar khusus, tempat tidur tempat berkumpul dan tungku menjadi satu, dindingpun tidak bersih. jelas tidak memenuhi standar kelayakan. eits, tapi kalo pake teori kemiskinan subyektif, mereka ga ada miskin-miskinnya coy! mau makan, makanan semua tersedia di ladang, kehidupan mereka pun aman tentram dan bahagia. kultur mereka kuat banget. mereka tidak merasa bermasalah dengan kehidupan mereka.
Oke, lanjut, malam semakin larut dan bapak kadus belum pulang dari pasar prambanan, yang akhwat tidur di rumah pranti dan ikhwan dirumah bapak kadus. subhanallah, pengen nangis, di dinding kamarnya pranti dicoret-coret ayat ayat Al-Qur'an dan beberapa do'anya. malu? jelas laaaaah, saya tidak se optimis dia sepertinya, aaaah saya harus lebiih optimis :')
pagi telah tiba! pagi telah tiba! hore! hore! hatiku gembiraaaa! setelah sholat subuh dan ngaji bersama anak-anak kampung, kami ke rumah pranti. ngapain lagi kalo bukan makan. dan kami so katro gitu pas di ajak pranti naik ke atap rumahnya. wuoooo, merapi berasa digengaman, puncak merbabu di depan mata, sumbing bisa dipegang dan yang jelas pemandangan kota kota yang berada di bawah kaki kaki gunung ini sangat memikat mata di pagi hari.
di rumah pranti makan, dan ternyata kami ke rumah pak kadus dan MAKAN lagi!
izin ke pak kadus, bahas ini itu, dan ternyata, saat kami mengadakan kegiatan "TRIMALAH staff bersuara" ini dusun ini sedang merayakan adat Rejepan (perayaan Isra Mi'raj gitu), kata pak kadus, semua warga dari dusun-dusun yang dibawah naik ke dusun malang ini. saling silaturrahim kaya lebaran gitu, dan potong sapiiiiii :D yeay saya senaaaang \^_^/
orang kota ceritanya, kita katro gitu, keliling keliling naik ke atas, otw hutan pinus mencari ayam malas (ayam hutan). muncul kebetean, 2 kali nyasar ke dua sisi hutan pinus menjadi variabel X1. faay dan afdhal yang so so duluan dan ngilang menjadi variabel X2. tiba tiba sadar akan jadwal dijogja jadi berantakan menjadi variabel X3. belum bikin 2 paper menjadi variabel X4. keingat entar malemnya kelompokan praktikum dan ngewawancara PPSMB jadi variabel X5.semua variabel X mempengaruhi kondisi tiba tiba mendapatkan kesakitan dan pusing yang tiba tiba menjadi variabel antara terhadap tingkat badmood. -______________-
hasilnya? males ngomong, diam, dan autis sendiri ditengah tengah pemandangan yang sumpah itu keren banget. hahaha aku sendiri bingung, ini cobaan apa nikmat? cobaan karena sebenarnya banyak hal yang tertinggal dan kejadian diluar ekspektasi, dan nikmat merasakan kekayaan kultur dan kekayaan alamnya. tapi ya sudahlah, ini semua bagian dari proses, dinikmati :D
turun, lalu makan lagi dirumah pa kadus, dengan menu yang sama. dan pulang. dadaaaah malang! tunggu saya kembali minggu depan untuk semakin dekat dengan kulturmu dan alammu :D
dijalan ada kejadian sibude hampir nabrak motor, tepatnya sudah menyentuh laaah. untung bude tidak apa-apa. hanya supir pribadi saya, susi, jadi kapok bawa bude dengan kecepatan diluar batas -_-
nyampe jogja, ngebaso di bakso yang diwacanakan pedasnya bisa ngebom kaya granat, pulang ke kekontrakan untuk bersih bersih, sejam kemudian kuliah, balik ke kontrakan istirahat bentar, lanjut rapat PPSMB dan praktikumaaaaaaan..
Bismillah, Sukses! ada Allah

perjalanan nih

nunggu tambal ban

saat nyasar

 merbabu dipagi hari

sumbing mengintip

ladang warga

hutan pinus, ada ayam malas dan burung elang

cantikkan?

kegagahan merapi

ada dua gunung lain yang mengintip dibalik ladang warga

ceritnya eksis

tulisan pranti

menu makan biasanyaa

ahahaha foto yang keren

wooooo keren :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar