Minggu, 07 April 2013

Untuk yang kelima kalinya



Kecelakaan dalam mengendarai motor sebenarnya bukan hal yang asing lagi bagi saya. Terhitung sejak pertamakali bisa mengendarai motor sampai dengan sekarang sudah 5 kali saya merasakan yang namanya jatuh dari motor. Kecelakaan pertama saat saya masih kelas 2 SMP saat mau berangkat ke kolam renang, jatuh begitu saja, dan teman saya menjadi korbannya. Kecelakaan kedua saat saya mau ujian sekolah saat kelas 3 SMP, saat SMP memang berangkat sekolah saya selalu diantar, posisinya sedang dibonceng oleh sodara, dibelokan ke sekolah motor ditabrak, motor jatuh ke sebelah kanan, dan saya jatuh dengan posisi kepala kebentur aspal, inilah kecelakaan yang membuat orangtua saya kaget dan membawa saya ke rumah sakit. Kecelakaan ketiga terjadi pas berangkat sekolah saat kelas 3 SMA, kecelakaan ini terjadi seminggu setelah motor saya dipake kecelakaan oleh teman saya, dan saya tidak bilang ke orangtua saya kalo yang kecelakaan adalah teman saya, jadi saat kecelakaan yang ketiga ini orangtua saya benar benar tidak habis fikir dan benar benar khawatir, lagi lagi saya dibawa ke rumah sakit, karena posisinya saya nabrak motor orang dan lagi lagi kepala saya membentur jalanan, padahal saya tidak apa apa, hanya shock. Kecelakaan yang keempat saat awal semester 3 kemarin, saya membonceng siska, lalu menabrak trotar dan itu menyebabkan motor saya yang namanya “si mecil” ditarik kembali ke tasik sama orangtua saya, lalu dijual.
Yang ke 5..

Setelah beberapa bulan kepergian mecil, dan setelah menjadi anak baik yang membujuk merayu orangtuanya, akhirnya saya diberikan “si bude”. Kecelakaan yang kelima ini terjadi kemarin saat LK 2 anak-anak 2012, posisi saya dibonceng susi, hari itu hari minggu, saat anak-anak outbond. Niat saya dan susi pada awalnya mengantar si albus yang ga tau jalan ke pos 2 sekalian mengecek kondisi pos-pos yang akan kami tempati. setelah mengantar si albus dan melihat kondisi pos-pos cukup aman, kami berniat kembali ke rumah umi nisa. Kejadian itu terjadi beberapa menit setelah dapet sms dari hanna yang isinya minta maaf dan bilang “gak pake jatuh yaa”. Hahaha. Pas. Setelah itu ada ibu ibu yang kerja bakti dan menyapa kami (keramahan orang di pedesaan ^^). Kami berhenti  sebentar untuk membalas dan melanjutkan kembali perjalanan. Hanya beberapa meter dari ibu ibu motor oleng, jalanan licin, dan susi membanting motor ke sebelah kanan (karena sebelah kiri turunan bebatuan yang kebawahnya sawah). Saya terjatuh ke belakang, kepala saya membentur jalan. Katanya saya tidak sadarkan diri, saat saya terbangun sudah dikrumunin ibu-ibu (lebih tepatnya mbah-mbah). Dibawa ke mobil, dan diperiksa di suatu balai pengobatan. Hidung saya disumpel sama alat oksigen, sumpah itu ga enak banget. Alhamdulillah tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Dikasih obat. Dan istirahat dirumah umi nisa sampai LK 2 selesai. Karena saya masih merasa pusing, kepala berat dan lemes orang orang begitu khawatir terhadap kondisi saya, padahal ga kenapa-kenapa ko (serius gueee). Entah mengapa khawatir mereka melebay (keindahan ukhuwah^^). Sampai di jogja saya langsung dibawa ke IGD RSUP Dr. Sardjito. Kata dokter : cedera kepala ringan, struktur tulang masih bagus ko, insyaAllah tidak ada gejala-gejala yang menunjukkan kondisi yang parah, kalo masih merasa pusing dan berat dalam waktu yang cukup lama itu wajar karena efek terbentur yang keras, hanya perlu diistirahatkan dan dikasih bed rest 2 hari (Alhamdulillah yah). Terimakasih buat Mba Ci, Susi, Kabir, Faay, Afdhal, mas Adam, Rikho, Wisnu yang udah nganter ke rumah sakit, padahal aku tau kalian cape pake banget setelah LK 2 :’)

Akibat jatuh..

Entah kenapa semakin lama saya jauh dari orangtua malah membuat saya semakin menjadi anak yang manja dan membuat orangtua saya semakin memanjakan saya. Setelah periksa di IGD saya langsung menelpon orangtua saya, ga ada maksud membuat mereka khawatir, saya menelpon hanya untuk memberitahukan kondisi motor (maklum, mamah saya sangat telaten menjaga barang). Saya fikir mereka akan memaklumi karena sudah terbiasa mendengar saya jatuh dari motor -_-

Tapi tidak bagi orangtua saya. Mamah, bapa, dan aniq benar benar khawatir. Mereka sampai merasakan tidak enak makan dan tidak enak tidur. Mereka langsung memutuskan untuk berangkat ke jogja. dari tasik berangkat malam dan nyampe jogja dini hari. Berhubung bapa saya ga bisa bawa kendaraan bermotor, jadi om (dalam bahasa sunda : emang) saya ikut buat bawa mobil. Dan berhubung kondisi ibu saya gampang sekali ngdrop kalo kecapean, jadi tante (dalam bahasa sunda : bibi) saya ikut, beserta sepupu saya yang paling kecil. Om saya ga tau jalan ke kontrakan, bapa saya lupa jalan ke kontrakan (karena ke jogja sebelumnya juga jalannya nyasar sampe kusumanegara), susi kakinya ga bisa bawa motor, dan itu masih dini hari jadi ga mungkin minta tolong mba Ci, akhirnya saya meminta tolong orang lain untuk jemput. Terimakasih buat kabir, faay dan afdhal yang rela bangun dini hari dan hampir nyasar ke wates (lagi, keindahan ukhuwah^^)

Ya Allah, mereka benar benar khawatir. Setelah membuka pintu, mamah orang yang ada di paling depan. Saya cium tangannya, dan beliau langsung memeluk saya. Ah, mau nangisnya pake banget. Dulu, saya dan mamah tidak seperti itu. Mereka datang langsung mengecek kondisi saya, mengelus-ngelus kepala saya. Tapi bukan emak emak kalo ga komentar ini itu, nasihat yang cukup panjang. Dan saya begitu ikhlas menerima nasihat itu.

Berhubung itu hari kedua saya istirahat, kondisi kepusingan saya sudah cukup membaik. Hari itu saya jalan jalan bersama keluarga di jogja untuk yang pertamakalinya. Kita jalan-jalan ke kraton, alun-alun, dan bukan emak emak kalo engga ke pasar beringharjo.




 Engga kerasa waktu udah sore Jalan-jalan selesai. Pusing banget nget. Kepala kleyengan. Dan orangtua saya memutuskan pulang malam itu juga. Tambah pusing. Setelah maghrib orangtua saya benar benar pulang. Mengantar keberangkatan orangtua di depan rumah. Itu bikin pengen brebes mili. Mobil masih kosong. Pengeeeen banget ikut pulang. Tapi tugas kuliah banyak yang menunggu. Menyedihkan. Mamah memeluk dan mencium bilang supaya saya bersabar dan cepet sembuh. Bapa memeluk dan bilang supaya saya bisa kuat dan harus belajar sabar dijogja.
Seriusan ! saya sayang mamah, bapa, aniq semua karena Allah \^_^/

Aaah, mereka begitu menyayangi saya. Benar-benar menyayangi. Padahal kehidupan saya dijogja tak seberat kehidupan mereka yang harus bekerja keras ditasik demi kehidupan saya dijogja, tapi mereka tetap menguatkan saya. Ya Allah, terimakasih atas kasih sayang-Mu dengan menurunkan sepasang suami istri yang begitu mencintai anaknya itu.

Aaah, kedatangan mereka justru membuat saya rindu. Dan akan selalu rindu.

Rindu suasana rumah
dan rindu pada udara pagi dari balkon rumah :’)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar