Kecelakaan dalam mengendarai motor sebenarnya bukan hal yang
asing lagi bagi saya. Terhitung sejak pertamakali bisa mengendarai motor sampai
dengan sekarang sudah 5 kali saya merasakan yang namanya jatuh dari motor. Kecelakaan
pertama saat saya masih kelas 2 SMP saat mau berangkat ke kolam renang, jatuh
begitu saja, dan teman saya menjadi korbannya. Kecelakaan kedua saat saya mau
ujian sekolah saat kelas 3 SMP, saat SMP memang berangkat sekolah saya selalu
diantar, posisinya sedang dibonceng oleh sodara, dibelokan ke sekolah motor
ditabrak, motor jatuh ke sebelah kanan, dan saya jatuh dengan posisi kepala
kebentur aspal, inilah kecelakaan yang membuat orangtua saya kaget dan membawa
saya ke rumah sakit. Kecelakaan ketiga terjadi pas berangkat sekolah saat kelas
3 SMA, kecelakaan ini terjadi seminggu setelah motor saya dipake kecelakaan
oleh teman saya, dan saya tidak bilang ke orangtua saya kalo yang kecelakaan
adalah teman saya, jadi saat kecelakaan yang ketiga ini orangtua saya benar
benar tidak habis fikir dan benar benar khawatir, lagi lagi saya dibawa ke
rumah sakit, karena posisinya saya nabrak motor orang dan lagi lagi kepala saya
membentur jalanan, padahal saya tidak apa apa, hanya shock. Kecelakaan yang
keempat saat awal semester 3 kemarin, saya membonceng siska, lalu menabrak
trotar dan itu menyebabkan motor saya yang namanya “si mecil” ditarik kembali
ke tasik sama orangtua saya, lalu dijual.
Yang ke 5..
Setelah beberapa bulan kepergian mecil, dan setelah menjadi
anak baik yang membujuk merayu orangtuanya, akhirnya saya diberikan “si bude”. Kecelakaan
yang kelima ini terjadi kemarin saat LK 2 anak-anak 2012, posisi saya dibonceng
susi, hari itu hari minggu, saat anak-anak outbond. Niat saya dan susi pada
awalnya mengantar si albus yang ga tau jalan ke pos 2 sekalian mengecek kondisi
pos-pos yang akan kami tempati. setelah mengantar si albus dan melihat kondisi
pos-pos cukup aman, kami berniat kembali ke rumah umi nisa. Kejadian itu
terjadi beberapa menit setelah dapet sms dari hanna yang isinya minta maaf dan
bilang “gak pake jatuh yaa”. Hahaha. Pas. Setelah itu ada ibu ibu yang kerja
bakti dan menyapa kami (keramahan orang di pedesaan ^^). Kami berhenti sebentar untuk membalas dan melanjutkan
kembali perjalanan. Hanya beberapa meter dari ibu ibu motor oleng, jalanan
licin, dan susi membanting motor ke sebelah kanan (karena sebelah kiri turunan
bebatuan yang kebawahnya sawah). Saya terjatuh ke belakang, kepala saya
membentur jalan. Katanya saya tidak sadarkan diri, saat saya terbangun sudah
dikrumunin ibu-ibu (lebih tepatnya mbah-mbah). Dibawa ke mobil, dan diperiksa
di suatu balai pengobatan. Hidung saya disumpel sama alat oksigen, sumpah itu
ga enak banget. Alhamdulillah tidak menimbulkan reaksi apa-apa. Dikasih obat. Dan
istirahat dirumah umi nisa sampai LK 2 selesai. Karena saya masih merasa
pusing, kepala berat dan lemes orang orang begitu khawatir terhadap kondisi saya,
padahal ga kenapa-kenapa ko (serius gueee). Entah mengapa khawatir mereka
melebay (keindahan ukhuwah^^). Sampai di jogja saya langsung dibawa ke IGD RSUP
Dr. Sardjito. Kata dokter : cedera kepala ringan, struktur tulang masih bagus
ko, insyaAllah tidak ada gejala-gejala yang menunjukkan kondisi yang parah,
kalo masih merasa pusing dan berat dalam waktu yang cukup lama itu wajar karena
efek terbentur yang keras, hanya perlu diistirahatkan dan dikasih bed rest 2
hari (Alhamdulillah yah). Terimakasih buat Mba Ci, Susi, Kabir, Faay, Afdhal,
mas Adam, Rikho, Wisnu yang udah nganter ke rumah sakit, padahal aku tau kalian
cape pake banget setelah LK 2 :’)
Akibat jatuh..
Entah kenapa semakin lama saya jauh dari orangtua malah
membuat saya semakin menjadi anak yang manja dan membuat orangtua saya semakin
memanjakan saya. Setelah periksa di IGD saya langsung menelpon orangtua saya,
ga ada maksud membuat mereka khawatir, saya menelpon hanya untuk memberitahukan
kondisi motor (maklum, mamah saya sangat telaten menjaga barang). Saya fikir
mereka akan memaklumi karena sudah terbiasa mendengar saya jatuh dari motor -_-
Tapi tidak bagi orangtua saya. Mamah, bapa, dan aniq benar
benar khawatir. Mereka sampai merasakan tidak enak makan dan tidak enak tidur. Mereka
langsung memutuskan untuk berangkat ke jogja. dari tasik berangkat malam dan
nyampe jogja dini hari. Berhubung bapa saya ga bisa bawa kendaraan bermotor,
jadi om (dalam bahasa sunda : emang) saya ikut buat bawa mobil. Dan berhubung kondisi ibu saya gampang
sekali ngdrop kalo kecapean, jadi tante (dalam bahasa sunda : bibi) saya ikut, beserta sepupu saya yang
paling kecil. Om saya ga tau jalan ke kontrakan, bapa saya lupa jalan ke
kontrakan (karena ke jogja sebelumnya juga jalannya nyasar sampe kusumanegara),
susi kakinya ga bisa bawa motor, dan itu masih dini hari jadi ga mungkin minta
tolong mba Ci, akhirnya saya meminta tolong orang lain untuk jemput. Terimakasih
buat kabir, faay dan afdhal yang rela bangun dini hari dan hampir nyasar ke
wates (lagi, keindahan ukhuwah^^)
Ya Allah, mereka benar benar khawatir. Setelah membuka
pintu, mamah orang yang ada di paling depan. Saya cium tangannya, dan beliau
langsung memeluk saya. Ah, mau nangisnya pake banget. Dulu, saya dan mamah
tidak seperti itu. Mereka datang langsung mengecek kondisi saya,
mengelus-ngelus kepala saya. Tapi bukan emak emak kalo ga komentar ini itu,
nasihat yang cukup panjang. Dan saya begitu ikhlas menerima nasihat itu.
Berhubung itu hari kedua saya istirahat, kondisi kepusingan
saya sudah cukup membaik. Hari itu saya jalan jalan bersama keluarga di jogja
untuk yang pertamakalinya. Kita jalan-jalan ke kraton, alun-alun, dan bukan
emak emak kalo engga ke pasar beringharjo.
Engga kerasa waktu udah sore Jalan-jalan selesai. Pusing banget
nget. Kepala kleyengan. Dan orangtua saya memutuskan pulang malam itu juga. Tambah
pusing. Setelah maghrib orangtua saya benar benar pulang. Mengantar keberangkatan
orangtua di depan rumah. Itu bikin pengen brebes mili. Mobil masih kosong. Pengeeeen
banget ikut pulang. Tapi tugas kuliah banyak yang menunggu. Menyedihkan. Mamah memeluk
dan mencium bilang supaya saya bersabar dan cepet sembuh. Bapa memeluk dan
bilang supaya saya bisa kuat dan harus belajar sabar dijogja.
Seriusan ! saya sayang mamah, bapa, aniq semua karena Allah
\^_^/
Aaah, mereka begitu menyayangi saya. Benar-benar menyayangi.
Padahal kehidupan saya dijogja tak seberat kehidupan mereka yang harus bekerja
keras ditasik demi kehidupan saya dijogja, tapi mereka tetap menguatkan saya.
Ya Allah, terimakasih atas kasih sayang-Mu dengan menurunkan sepasang suami
istri yang begitu mencintai anaknya itu.
Aaah, kedatangan mereka justru membuat saya rindu. Dan akan
selalu rindu.
Rindu suasana rumah
dan rindu pada udara pagi dari balkon rumah :’)
dan rindu pada udara pagi dari balkon rumah :’)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar